Langsung ke konten utama

Kira-kira dikasih judul apa ya?

Matahari mulai naik, terasa hangat di mataku. Semalam aku sengaja membuka tirai jendela sebelum tidur, supaya aku bisa langsung melihat matahari terbit. Aku suka matahari, dia kuat, dia terang dan dia setia...
Tercium dari dapur bau kue pancake dengan aroma madu dan mentega. Oh betapa lezatnya! Ibuku punya 1000 alasan supaya aku bergegas turun.
Mataku masih terpejam, merasakan detik demi detik sinar matahari yang menyentuh mukaku. Tak terasa hampir 5 menit, "kupikir aku akan mati dan terbakar oleh mu, matahari. Ah, aku harus bersiap-siap."
Dengan sigap aku bangun dan merapihkan kasurku yang dipenuhi bulu angsa yang keluar dari robekan bantal. "Uh" kataku saat bulu angsa yang telah ku rapihkan keluar dan berterbangan ke udara dan mendarat tepat di hidungku. Aku menyusuri tangga dan ku dengar decitan kayu yang membuatku geli dan menahan tawa. Sampai di ujung tangga aku melihat ibu sedang mencuci beberapa gelas, aku segera masuk ke kamar mandi. Aku tak mau kena marah Mr. Scarlett seperti musim dingin tahun lalu. Ya, waktu itu aku harus mengurus adikku, dia terkena demam tinggi dan aku di hukum karena telat 15 menit dan aku disuruh mencabuti rumput di sekolah. Waktu itu ibu sedang pergi ke Wetherby, membeli bahan makanan selama musim dingin. Kota Wetherby butuh 1 hari perjalanan, karena desaku belum ada kereta kuda seperti di kota-kota besar. Jadi ibu berjalan kaki menyusuri hutan yang dipenuhi pohon besar Maple hingga sampai di kota Wetherby, jika lelah biasanya ibu akan mampir di kedai teh kesukaan kami. Yeah, aku merindukan masa dimana ayah masih hidup. Jika musim gugur tiba, ayah akan mengajak kami semua pergi ke taman dekat hutan ini dan menyaksikan daun pohon Maple yang jatuh, ayah bilang 'setiap helai daun yang jatuh dari pohon Maple itu, seperti itu juga Alice harus mengampuni orang. Setiap ada yang tidak suka dengan Alice, jangan dipendam tapi ampuni dia.' Ucap ayah sambil mencubit ringan pipiku. "Sudahlah, ayah sudah tenang di surga." Batinku.

*******
"Wah, betapa lezatnya madu ini!" Sorakku di tengah-tengah sarapan pagi dengan mulut penuh madu. Aku tahu ibu akan marah jika aku berbicara saat makan, tapi sungguh madu ini sangatlah lezat. Setiap tetesnya mengantarku ke gerbang dunia terindah yang pernah aku datangi.
"Alice habiskan kue mu dan cepatlah berangkat." Kata ibu lembut, membuyarkan imajinasi ku. "Iya ibu."
Aku menengok Tyler yang telah selesai lebih cepat dari pada aku, dia tersenyum dengan mulut yang berlepotan madu. "Hei Tyler," panggilku sambil memkai sepatu, "tahukah kau? Jika kau pergi ke sekolah dengan mulut seperti itu. Kau akan diejek seisi kelas! Hahaha. Ayo kemari aku bersihkan" 
Tyler adik ku satu-satunya, umur kami hanya berjarak 2 tahun. Aku duduk di kelas 3 sekolah menengah pertama, sedangkan Tyler baru saja memasuki tingkat pertama. Aku tahu betapa senangnya masa-masa itu. Begitulah hal yang dirasakan Tyler sekarang.

*******
-To be continued-


Hahaha ciyee abis baca cerita gue :p habis gue bosen di bank, lagi nggak ada nasabah soalnya. Yep! Begitulah cerita yang ada di otak gue ini, maaf ya kalo terkesan gimana gitu *baca dengan ekspresi muka gimana gitu* -___- tadinya gue mau ceritain anak SMA *tokoh utama* trus tiba2 dia ketemu pangeran yang selama ini dia cari. Cuman……… nggak tau cara memulai nya gimana :"( 
Dan sekarang waktunya istirahat.
Kalo sempet akan gue lanjutin :)
Xie xie!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

True or False?

Halo! Hi! Nimen hao! wah nggak nyagka yaa cepet banget bulan berganti. Perasaan kemaren baru bulan Januari ya? bulan penuh kembang api Hahaha, trus sebelumnya bulan Desember! bulan penuh kedamaian, bulan penuh sukacita, and of course bulan banyak kado. HAHAHA Oke, back to topic . Kali ini si tata mau nge-post tentang bener atau salah?  Bagi yang belom ngerti maksud dan tujuan gue nge-post tentang ini, plis banget dengan sungguh-sungguh amat gue mau maksa kalian untuk bilang "oke ta, gue ngerti." HAHAHA Gue kejam! :( Menurut kalian sahabat sejati itu ada nggak sih? Jujur yaa. Kalo kalian punya, rasanya gimana sih? Iya, jujur aja gue nggak punya sahabat sejati, atau yang lebih tepatnya gue belom menemukan yang namanya sahabat sejati itu. Oya gue ada satu pertanyaan, sahabat sejati itu akan datang sendiri? atau kita yang cari? atau emang Tuhan yang atur supaya kita bertemu. eaa Yaa, dulu sih gue punya. Tapi itu duluuuuuu banget. Dia itu temen te-ka gue. ...

Bagiku...

Dulu di tempat ini aku menghabiskan waktu bersamanya Ya, tempat ini kesukaan kami Mendengar suara deruan ombak yang menyentuh hati terdalam Merasakan pasir putih yang menggelitik  Mencium aroma laut dengan seribu keindahan di dalamnya Berjalan di pinggir pantai, merasakan deburan ombak yang saling berkejaran Melihat keindahan matahari tenggelam Aku rasa waktunya bekerja sudah selesai Tapi itu dulu.... Sekarang hanya ada aku disini, tanpa ada dirinya di sisiku Duduk dalam sekelubung rindu yang tak tertahan Menyusuri sisi demi sisi di tempat ini Dengan satu harapan, aku bisa bertemunya kembali Diam dalam satu kekosongan yang menyeretku jauh kedalam Diam kepada semua yang berbicara kepadaku yang mengingatkanku untuk berhenti berharap Aku tahu aku hanya menyiksa batinku saja Tapi hanya di tempat ini aku bisa... Aku bisa.... Aku....Aku.....  Aku bisa melihat dia hidup kembali Walaupun sekuat tenaga aku berusaha untuk melepaskannya Sulit ...

DKS part 1

Hari ini benerbener seruuuuu abiss! Pagi ini, sekolah gue ngadain DKS. Ada yang tau? nih gue kasih tahu yaa.. D:iklat K:epemimpinan S:iswa Malemnya semua keperluan udah tata siapin. Jadi, paginya tinggal berangkat ajaa. Minggu" ini suasana hati lagi nggak enak. jadi pagi ini gue jalanin dengan setengah hati. Tapi ternyataa........................... *drum roll* Hari ini keren bangettttt! oke langsung gue ceritain aja ya, biar pada nggak kepo:p Gue bangun sekitar pukul 04.30, trus gue langsung mandi deh. trus gue masukin deh tuh semua barang" yang mau dibawa  ke tas. tas gue tentunya. singkatnya, gue sampe disekolah. trus udh bnnyk banget anak" yg memakai pakaian serba hitam mulai dr bawah sampe atas. gue langsung ngeri gituu.  tapi gue sadar ternyata, gue juga pake pakaian yang sama. aduh. *apel pagi, pembukaan dks* gue beserta para rombongan haji. eh ralat gue beserta para rombongan peserta dks langsung bar...